SMK Mulai Sinkronkan Kurikulum dengan Industri

PATI– Keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut mampu menciptakan lulusan dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Bahkan penyelarasan kurikulum dengan industri mulai diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut.

Langkah itu seperti yang dilakukan oleh SMK 3 Pati. Pihaknya bahkan telah menggandeng sejumlah dunia industri tak sekadar untuk serapan siswa saat lulus, namun juga telah meneken kerja sama dalam hal teaching factory. ”Jadi mulai dari kurikulum dan silabus sudah kami sesuaikan dengan konsep kebutuhan industri di lapangan.

Sudah ada kerja sama mulai dari perencanaan hingga pemasaran. Targetnya siswa tak hanya dibekali dalam pelatihan saja namun sudah terjun langsung dalam konsep industri,” ujar Kepala SMK 3 Pati Sunoto, kemarin. Dalam kerja sama itu diakuinya ada beberapa hal yang ditekankan.

Seperti dalam pemenuhan sarana prasarana dengan industri ataupun konsep pembelajaran kebutuhan industri itu sendiri. ”Selain itu misalkan industri mendapatkan order besar maka para siswa juga akan dilibatkan. Sebagian order itu akan diambil dan dikerjakan di sekolah baru setelah jadi nanti dikembalikan,” ujarnya.

Langkah itu diakuinya cukup positif untuk mengajarkan suasana wirausaha bagi para siswa. Sekolah tersebut juga sudah merintis business centre bahkan direncanakan pada pertengahan November mendatang akan dibuka resto milik sekolah itu.

Sinkronisasi kurikulum tersebut diakuinya sebagai salah satu bentuk revitalisasi SMK. Terlebih SMK 3 Pati termasuk satu dari 125 SMK se-Indonesia yang menjadi pilot project revitalisasi tersebut.

Sekolah itu juga mendapatkan pendampingan dari direktorat untuk progam tersebut. ”Setidaknya setelah lulus dari sekolah anak-anak nanti tidak perlu lagi beradaptasi saat di dunia industri. Karena sudah dipersiapkan dengan matang di sekolah,” tandasnya.(dwa-4)

 

Sumber: suaramerdeka.com 

Source: Direktorat PSMK